|
Launching PAS SMA Negeri 1 Wonosobo |
|
|
|
|
Ditulis oleh smansa
|
|
Senin, 01 Maret 2010 03:24 |
|
Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan persaingan sangat ketat dalam bidang teknologi, manajemen, dan Sumber Daya Manusia(SDM), diperlukan penguasaan teknologi agar meningkatkan nilai tambah, memperluas keragaman produk, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air. Sedangkan keunggulan Sumber Daya Manusia akan menentukan kelangsungan hidup, perkembangan, dan pemenang persaingan pada era global ini secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi dan manajemen yang kuat, sebagai ciri khas sekolah efektif. Untuk menjawab tantangan itu SMA Negeri 1 Wonosobo pada hari Sabtu tanggal 27 Februari 2010 meluncurkan program PAS yang terintegrasi dengan SMS Gateway dan Fingerprint Absent System, serta Learning Management System(LMS). Yang dimaksud dengan SMS Gateway adalah sebuah fasilitas yang dibangun oleh sekolah, dimana orang tua siswa dan warga sekolah lainnya dapat mengakses database administrasi sekolah(data guru, siswa, absensi, akademik dan lainnya) melalui jalur SMS. Fingerprint Absent System yaitu sistem absensi siswa dengan menggunakan pemindai sidik jari. Sedangkan Learning Management System (LMS) atau yang biasa disebut dengan E-Learning adalah sebuah sistem pembelajaran berbasis TIK dimana semua hal yang berhubungan dengan pembelajaran dapat diakses secara online oleh siswa dan guru. Launching program PAS RSBI yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh Bapak Syamsudin Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dirjen Manajemen Dikdasmen Kementrian Pendidikan Nasional, Bapak Bupati Wonosobo Drs. H. A. Kholiq Arif, Ketua dan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo, Pengawas SMA/SMK Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo, Kepala Sekolah RSBI Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Kepala Sekolah SMA dan SMP se-Kabupaten Wonosobo, Komite SMA Negeri 1 Wonosobo, serta seluruh orang tua siswa dari kelas X sampai XII SMA Negeri 1 Wonosobo. Acara Launching program PAS RSBI yang diresmikan oleh Bapak Bupati Wonosobo Drs. H. A. Kholiq Arif ini berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun. Hal ini tak lepas dari dukungan seluruh stakeholder SMA Negeri 1 Wonosobo mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, Komite Sekolah, Guru dan Karyawan, orang tua siswa SMA Negeri 1 Wonosobo serta seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Wonosobo. Untuk mewujudkan program-program diatas, SMA Negeri 1 Wonosobo juga melakukan kerjasama dengan berbagai pihak diantaranya PT. Citra Mandiri Infokom (CMI) Jakarta, PT. Telkom Wonosobo, serta Bank Jateng Cabang Wonosobo. Dengan diluncurkannya SMS Gateway, Learning Management System(LMS) dan Fingerprint Absent System diharapkan SMA Negeri 1 Wonosobo dapat menjadi Sekolah efektif yang memiliki penguasaan teknologi yang tinggi dan Sumber Daya Manusia yang unggul tanpa menghilangkan ciri khas sebagai putra daerah yang mencintai keragaman budaya Nusantara sehingga SMA Negeri 1 Wonosobo dapat bersaing dengan Sekolah-Sekolah Unggulan lain di Indonesia bahkan di Luar Negeri. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Ditulis oleh smansa
|
|
Sabtu, 10 Oktober 2009 22:13 |
|
Dalam rangka menuju sekolah dengan konsep green school, SMA N 1 Wonosobo pada tahun pelajaran 2009/2010 mulai melakukan perbaikan-perbaikan lingkungan.Diantaranya adalah pembuatan taman disekitar lapangan basket, merenovasi kolam ikan, menambah jumlah pohon, dan lain sebagainya. Sampai saat ini sudah hampir 50 % dari target yang ditetapkan sudah tercapai. Namun setelah perbaikan dilakukan tidak lantas berhenti sampai disitu saja. Yang terpenting dari diterapkannya konsep green school adalah komitmen bersama murid, guru, dan karyawan dalam melaksanakan program tersebut. Sehingga nantinya diharapkan SMA N 1 Wonosobo dapatmenjadi sekolah dengan lingkungan yang rindang, pengelolaan sampah yang baik dengan sistem pembagian sampah organik dan non organik, klinik dan perawatan siswa, budi daya tanaman hias, serta kantin yang gaul tapi bersih. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
SMA N 1 Wonosobo Menerapkan Sistem Pembelajaran Moving Class |
|
|
|
|
Ditulis oleh smansa
|
|
Sabtu, 10 Oktober 2009 16:17 |
|
Mulai tanggal 28 September 2009 SMA N 1 Wonosobo dengan segala kekurangan dan kelebihannya mulai menerapkan sistem pembelajaran moving class (kelas berpindah). Moving class merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi pendamping di kelas. Konsep Moving Class mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya. Dengan moving class, pada saat subjek mata pelajaran berganti maka siswa akan meninggalkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran yang dijadwalkan, jadi siswa yang mendatangi pendamping, bukan sebaliknya. Keunggulan sistem ini adalah para siswa lebih punya waktu untuk bergerak, sehingga selalu segar untuk menerima pelajaran. Sementara para pendamping, dapat menyiapkan materi terlebih dahulu. Kemampuan belajar setiap anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Anak-anak akan tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar yang didukung lingkungan yang dirancang secara cermat dengan menggunakan konsep yang jelas. Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bereksplorasi, mencipta, berpikir kreatif, dan mengembangkan kemampuan lain yang dimiliki siswa, sekolah perlu menerapkan berbagai model pembelajaran yang dikelola dengan sistem Moving Class. Tujuan dari diterapkannya sistem moving class adalah : - Memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka macam gaya belajar baik visual, auditori, dan khususnya kinestetik untuk mengembangkan dirinya.
- Menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana belajar yang sesuai dengan karakter mata pelajaran.
- Melatih kemandirian, kerjasama, dan kepedulian sosial siswa. Karena dalam moving class mereka akan bertemu dengan siswa lain bahkan dari jenjang yang berbeda setiap ada perpindahan kelas atau pergantian mata pelajaran.
- Merangsang seluruh aspek perkembangan dan kecerdasan siswa (multiple intelegent).
- Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran.
Sedangkan kendala-kendala yang masih dihadapi oleh SMA N 1 Wonosobo adalah : · Ruang yang tersedia tidak mencukupi. Solusinya sementara memanfaatkan ruang Laboratorium sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar. · Ruang ganti pakaian ketika pelajaran Penjasorkes. Solusinya memanfaatkan ruang di Indoor. · Tempat tas ketika siswa mengikuti upacara, senam dan sholat di masjid. Solusinya di upayakan locker-locker untuk menyimpan tas, serta barang barang seperti helm dan lain-lain. · Kegiatan MGMP tidak bisa diikuti oleh semua guru serumpun. · Jika ada guru yang tidak hadir, peranan Guru Piket sangat membantu demi terlaksananya Kegiatan Belajar mengajar. · Kebersihan kelas menjadi tanggung jawab guru mapel. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
|